DOAKAN KAMI

Jika anda menerima kebaikan dari blog kami, maka doakan agar kami Senantiasa mencintai Allah, selalu mentaati-Nya dan terjaga dari melanggar semua larangan-Nya.

Sabtu, 08 September 2012

PELAYANAN LABORATORIUM KESEHATAN

by HENDRO  |  in Administrasi Lab at  Sabtu, September 08, 2012


http://quantumsaranamedik.com/wp-content/uploads/PELAYANAN.jpg

Pelayanan Laboratorium Kesehatan

Laboratorium kesehatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan harus diselenggarakan secara bermutu, merata dan terjangkau yang sangat diperlukan untuk mendukung pelayanan laboratorium kesehatan yang baik.


Di dalam sebuah Laboratorium kesehatan masyarakat dilaksanakan pelayanan pemeriksaan di bidang mikrobiologi, fisika, kimia dan atau bidang lain yang berkaitan dengan kepentingan kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan terutama untuk menunjang upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat
Beberapa pelayanan laboratorium kesehatan meliputi:


1. Costumer Satisfaction
Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang terhadap hasil perbandingan dari kinerja suatu produk yang diterima dengan harapannya. Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan.
Costumer satisfaction atau kepuasan pelayanan adalah rasa puas dan senang yang ditunjukkan oleh costumer terhadap pelayanan yang dilakukan dimana para pelanggan biasanya mengukur dari delapan indikator yaitu kejelasan informasi dari perawat, kepekaan, responsivitas, keramahan, kemauan perawat untuk menjelaskan gejala dari penyakit, kemauan perawat untuk menjelaskan kondisi kesehatan dan pilihan bagi pasien atas perawatan tambahan, dan kemauan perawat untuk membantu mempersiapkan semua perawatan yang diperlukan ketika di rumah.

2. Exceeding expectation
Dalam bidang kesehatan, kepuasaan pelanggan sangatlah penting. Seseorang akan merasa terpikat dan akan terus-menerus mendatangi laboratorium kita jika apa yang kita berikan kepada costumer mendapat tempat di hati mereka jadi sebab itulah kreativitas dan inovasi menjadi factor pendukung hal ini. Namun, dalam berbisnis hal ini sangat memiliki resiko akan tetapi perlu dipikirkan resiko yang ada tidak sampai mengganggu koridor etika. Melampaui apa yang diharapkan bisa dilakukan dengan cara mengantisipasi perubahan harapan costumer dengan konsisten dalam bekerja.

3. Benchmark setting
Kehidupan manusia seperi roda, kadang di atas dan kadang di bawah. Ada yang kaya dan ada yang miskin. Namun dalam sebuah laboratorium kita tidak boleh memberikan pelayanan layaknya roda yang kadang-kadang berada di atas dan kadang di bawah. Sebagai pelaku kesehatan, memberikan yang terbaik adalah wujud suatu etika yang berbudi luhur. Sama rata dan berlaku adil. Sikap inilah yang harus tetap dijunjung sebagai pelaku kesehatan terhadap beragam costumer yang datang dari kalangan menengah ke bawah dan kalangan menengah ke atas. karena tanpa mereka, sebuah laboratorium tidak akan maju. Sebab inilah laboratorium harus mementingkan pelayanan terhadap costumer tanpa membeda-bedakan.


7 Masalah yang Mematikan:

1. Wealth without work
Orang mencari kekayaan tanpa kerja keras. Orang ingin menjadi kaya tanpa kerja keras. Orang ingin maju tanpa perlu berjuang. Padahal orang tidak akan pernah dapat berkembang tanpa melakukan suatu pekerjaan karena dalam melakukan pekerjaan itulah seseorang dapat belajar dari pengalaman bekerja. Selain itu sikap ini dapat seenaknya memanfaatkan segala yang ada di depannya untuk mengedepankan urusan pribadinya sehingga merugikan banyak pihak.

2. Pleasure without conscience
Kesenangan tanpa nurani. Tidak peduli apakah kesenangannya itu melukai perasaan orang, membuat orang lain sedih atau susah, tetap saja dilakukan. Hati nurani sudah tidak ada lagi dan sudah tidak berfungsi dengan baik sehingga mengurangi kepekaan yang ada terhadap orang yang ada di sekitar. Sebab tak sedikit orang yang mendambakan kenikmatan lebih dengan mengabaikan hati nurani serta tanggungjawab. Seperti contohnya korupsi. Mereka senang mendapatkan uang lebih, padahal dalam uang tersebut terdapat hak penuh rakyat Negara.

3. Knowledge without characters
Berpendidikan tinggi, berpengetahuan, berkedudukan tinggi tetapi tidak memiliki karakter yang baik. Rasa kesombongan dan kekerasan hati terkadang menguasai mereka yang merasa diri berpengetahuan sehingga memandang diri orang lain rendah dan tak jarang mereka enggan bekerja sama dengan orang lain. Berpendidikan tinggi namun tak berkarakter juga seperti seorang sarjana informatika yang hebat, namun memanfaatkan internet sebagai lahan tempat menipu dengan mengumpulkan uang.

4. Business without etichs
Perdagangan tanpa moralitas. Menjual apa saja dengan cara apa saja. Tidak peduli apakah dagangannya akan menghancurkan kesehatan orang atau tidak, tetap saja dijual. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena adanya himpitan ekonomi yang mengharuskan apa saja yang dapat dijual untuk melanjutkan kehidupannya dan sikap tidak peduli terhadap sesama padahal jika ditilik semakin dalam, kemauan dan keadilan serta rasa peduli merupakan tiang penyangga dari system perdagangan yang bebas.

5. Scince without humanities
Ilmu pengetahuan tanpa kemanusiaan. Teknologi yang makin memisahkan manusia dari manusia lain, teknologi yang makin membahayakan manusia. Ilmu pengetahuan tidak diabdikan untuk kesejehateraan manusia. Dimana dengan adanya teknologi, kemungkinan berinteraksi dengan orang-orang dunia maya sangat berlangsung baik, tapi terkadang kita melupakan orang-orang yang nyata di sekitar kita.

6. Religion without sacrifice
Agama tanpa pengorbanan. Ada orang-orang tertentu yang tidak bersedia membuat komitmen menjadi lebih baik dalam segala hal. Namun, seseorang yang memiliki agama dan paham terhadap agamanya akan melakukan yang terbaik sekalipun harus mengorbankan apa yang merupakan bagian sifat lahiriyahnya. Contohnya saja, dalam setiap diri manusia telah Allah tetapkan sebuah sifat yaitu sombong. Namun bagi orang yang memiliki agama, mereka tidak akan menggunakan sikap itu kepada orang lain sebab pasti akan merugikan orang lain. Namun sayangnya banyak sekali orang-orang yang mengaku beragama, namun tak mau mengorbankan apa yang membuat orang lain merasa terugikan.

7. Politics without principles
Menjalankan politik tanpa prinsip-prinsip seperti perahu yang berlayar tanpa arah. Tidak dikendalikan oleh kepentingan bangsa, kebaikan orang banyak dan masa depan melainkan oleh kepentingan diri sendiri. Sehingga mudah terombang ambing dalam arus politik dan tidak tegas menyikapi peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Dan uang akan dapat mengalahkan kepentingan masa depan bangsa.

0 komentar:

Proudly Powered by Blogger.