Minggu, 08 November 2015

PENYAKIT SISTEM PENCERNAAN

by HENDRO  |  at  Minggu, November 08, 2015





Sistem pencernaan pada manusia terdiri dari beberapa alat pencernaan. Karena itu, macam penyakit yang mungkin terjadi pada sistem pencernaan cukup banyak. Ada penyakit yang menyerang gigi, kerongkongan, lambung, dan lainnya. Demikian pula kelainan, bisa saja terjadi pada gigi, lambung, atau usus halus. Ada penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman, makanan, atau lainnya.

Sabtu, 18 Oktober 2014

MENGENAL ANTIGEN

by HENDRO  |  in Imunologi at  Sabtu, Oktober 18, 2014
Pada dasarnya antigen adalah obyek diluar tubuh yang bersifat asing dan merangsang sistem imun sebagai respon atau tanggapan terhadap kehadirannya. Adapun zat yang bisa disebut antigen harus mempunyai syarat sebagai berikut : bersifat asing (non self), merangsang sistem imun, merusak organ tubuh secara akut, mempunyai bagian spesifik yang dapat dikenali oleh antibodi.
Antigen adalah sebuah molekul yang diakui oleh sistem kekebalan tubuh. Awalnya istilah itu berasal dari generator antibodi  dan merupakan molekul yang mengikat secara khusus untuk antibodi, tetapi istilah ini sekarang juga mengacu pada molekul atau fragmen molekul yang dapat terikat pada major histocompatibility complex (MHC) yang untuk selanjutnya diserahkan kepada reseptor sel T.
Antigen dari sistem“diri sendiri” (dari tubuh orang yang bersangkutan) biasanya ditoleransi oleh sistem kekebalan tubuh, sedangkan antigen  “non-diri” atau dari luar tubuh  diidentifikasi sebagai penyusup dan akan diserang oleh sistem kekebalan tubuh. Adanya gangguan autoimun timbul dari sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap antigen diri sendiri.
Berhubungan dengan hal di atas, disebut immunogen adalah tipe spesifik antigen. Sebuah immunogen didefinisikan sebagai zat yang mampu merangsang respon imun adaptif jika disuntikkan pada sendiri. Dengan kata lain, suatu immunogen mampu menginduksi respon kekebalan, sedangkan antigen mampu menggabungkan dengan produk respon imun setelah mereka dibuat. Maka konsep tumpang tindih imunogenisitas dan antigenicity dengan demikian agak berbeda.
Berikut adalah gambaran bentuk antigen :

Pada gambar ini, tampak bahwa antigen hanya akan bereaksi secara spesifik dengan antibodi yang sesuai, seperti pasangan kunci dan gemboknya.
Antigen biasanya berupa protein atau polisakarida. Ini berasal dari bagian kulit, kapsul, dinding sel, flagela, fimbrae, dan racun dari bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya. Sedangkan Lipid dan asam nukleat menjadi antigenik hanya bila dikombinasikan dengan protein dan polisakarida. Antigen juga bisa berupa non-mikroba eksogen (non-self)  contohnya adalah serbuk sari, putih telur, dan protein dari jaringan dan organ yang dicangkokkan atau pada permukaan sel darah yang ditransfusikan ke dalam tubuh. Sedangkan Vaksin adalah contoh-contoh antigen imunogenik yang sengaja diberikan untuk menimbulkan kekebalan yang diperoleh si penerima. Epitope adalah fitur pemukaan molekular (yang pas/klop dengan pasangannya) dari  suatu antigen mampu menjadi terikat pada antibodi (antigenic determinant).

PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN CYAN MET

by HENDRO  |  in Hematologi at  Sabtu, Oktober 18, 2014
DASAR TEORI


Hemoglobin merupakan penyusun eritrosit berupa protein yang mengandung zat besi dan memiliki afinitas terhadap oksigen untuk membentuk oksihemaglobin.
Dari mekanisme afinitas tersebut maka akan dapat berlangsung proses distribusi oksigen dari pulma menuju jaringan (Pearce, 1991). Pada hemoglobin manusia dewasa normal (hemoglobin A), terdapat 2 jenis rantai polipeptida yang dinamakan rantai α dan rantai β. Pada rantai α, masing-masing mengandung141 gugus asam amino, sedangkan pada rantai β masing-masing mengandung 146 rantai asam amino. Sehingga hemoglobin A dinamai α2β2. Akan tetapi tidak semua hemoglobin dalam darah dewasa normal merupakan hemoglobin A, sekitar 2,5% hemoglobin merupakan hemoglobin A2, tempat rantai β diganti oleh rantai δ (α2δ2) (Hanong, 2001).
Adanya hemoglobin dalam darah ini menyebabkan eritrosit berwarna merah, karena hemoglobin merupakan penyususn 30% dari total isi eritrosit (Mutshler, 1991).
Hemoglobin mempunyai berat molekul penyusun 64.450 dan merupakan suatu molekul yang dibentuk oleh 4 rantai polipeptida, dimana pada tiap polipeptida melekat pada gugus heme.
Heme adalah suatu turunan porfirin yang mengandung besi (Fe). Polipeptida ini dinamai secara bersama sebagai bagian dari globin dari molekul hemoglobin. Adapun fungsi dari hemoglobin ini sebagai alat transportasi O2 serta membawa hasil akhir proses respirasi CO2.
Ada beberapa metode pemeriksaan hemoglobin.Diantara metode pemeriksaan hemoglobin yang paling sering digunakan di laboratorium dan yang paling sederhana adalah metode sahli, dan yang lebih canggih adalah metode cyanmethemoglobin (Bachyar, 2002).

PRINSIP PEMERIKSAAN


Hemoglobin diubah menjadi cyanmethemoglobin dalam larutan yang berisi larutan kalium ferfisi anida dan kalium sianida. Absorbansi larutan diukur pada panjang gelombang nm atau filter hijau. Larutan drabkin yang dipakai pada cara ini mengubah menjadi cyanmethemoglobin (L. Gandasebrata, 1984).
Hb + K4Fe(CN)6 ---> MetHb
MetHb + KCN ---> HiCN (CyanMet Hb)



ALAT
Spektrofotometer / Fotometer dengan filter 540-550nm
Tabung reaksi
Klinipet dan tip
Dispenser
Dabung reaksi

REAGEN
Larutan drabkin
K3Fe(CN)6 200mg
KCN 50mg
KH2PO4 140mg
Non ionic detergent 1ml
Aquadest 1000ml
pH 7,0 - 7,4
Larutan sianmethemoblobin standart

CARA KERJA
  • Kedalam tabung reaksi di masukkan 5ml larutan drabkin 
  • Hisaplah darah vena (EDTA) dengan pipet otomatik 20mikron
  • Hapuslah kelebihan darah yang menempel dengan kertas pembersih / tissue
  • Masukkan darah dalam pipet ke dalam tabung reaksi yang berisi larutan drabkin
  • Pipet di bilas dengan larutan drabkin tersebut
  • Campur larutan dengan cara mengoyang - goyangkan tabung secara perlahan - lahan hingga larutan homegen dan biarkan selama 5 menit
  • Lalu baca dengan menggunakan fotometer / spektrofotometer sebagai blanko de gunakan larutan drabkin
NILAI NORMAL
  • Laki - laki dewasa : 13,0 - 18,0  g/dl
  • Wanita dewasa : 11,5 -16,5  g/dl
  • Wanita hamil : 11,0 - 16,5  g/dl
  • Anak - anak (3 -6 tahun) : 12,0 - 14,0  g/dl
  • Bayi : 13,5 - 19,5 g/dl
PERHITUNGAN

=   Absorben sampel    x kadar Hb standar  = ........... gl %
     Absorben standart
 
atau

= Abs sampel x Faktor (36,8) gr/dl

Rabu, 15 Oktober 2014

PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN SAHLI

by HENDRO  |  in Hematologi at  Rabu, Oktober 15, 2014
Walaupun sudah tidak banyak digunakan untuk pemeriksaan hemoglobin secara standar, karena range kesalahan yang terjadi antara 10-20% dari kadar sebenarnya. Tapi metode ini terkadang masih menjadi standar pengukuran di puskesmas dan klinik sederhana.
Berikut adalah metode pemeriksaan Hemoglobin metode Sahli Adams :


1. Prinsip
Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCL, lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang terjadi dengan warna standard memakai mata biasa.
2. Tujuan
Menetapkan kadar hemoglobin dalam darah dalam satuan gr/dl
3. Alat dan bahan yang dipergunakan
a. Hemoglobinometer (hemometer), Sahli terdiri dari :
1) Gelas berwarna sebagai warna standard
2) Tabung hemometer dengan pembagian skala putih 2 sampai dengan 22. Skla merah untuk hematokrit.
3) Pengaduk dari gelas
4) Pipet Sahli yang merupakan kapiler dan mempunyai volume 20/ul
5) Pipet pasteur.
6) Kertas saring/tissue/kain kassa kering
b. Reagen
1) Larutan HCL 0,1 N
2) Aquades
4. Cara Pemeriksaan
a. Tabung hemometer diisi dengan larutan HCL 0,1 N sampai tanda 2
b. Hisaplah darah kapiler/vena dengan pipet Sahli sampai tepat pada tanda 20 ul.
c. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan kertas tissue secara hati-hati jangan sampai darah dari dalam pipet berkurang.
d. Masukkan darah sebanyak 20 ul inike dalam tabung yang berisi larutanHCL tadi tanpa menimbulkan gelembung udara.
e. Bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dan mengeluarkan HCL dari dalam pipet secra berulang-ulang 3 kali
f. Tunggu 5 menit untk pembentukan asam hematin
g. Asam hematin yang terjadi diencerkan dengan aquades setetes demi setetes sambil diaduk dengan pengaduk dari gelas sampai didapat warna yang sama dengan warna standard.
h. Miniskus dari larutandibaca. Miniskus dalam hal ini adalah permukaan terendah dari larutan.
5. Pelaporan
Dinyatakan dalam gr/dl
Hanya dilaporkan dalam angka bulat, atau naik setengah, Misal 11, 11 ½, 12, 12 ½, dan sebagainya.
6. Catatan
a. Nilai normal
Laki-laki : 14 – 18 gram/dl
Wanita : 12 – 16 gram/dl
b. Kesalahan yang sering terjadi
1. Alat/regen kurang sempurna, yaitu :
a. Volume pipet Hb tidak selalu tepat 20 ul
b. Warna standard sering sudah pucat.
c. Kadar larutan HCL sering tidak dikontrol.
2. Orang yang melakukan pemeriksaan :
a. Pengambilan darah kurang baik.
b. Penglihatan pemeriksa tidak normal atau sudah lelah.
c. Intensitas sinar/penerangan kurang.
d. Pada waktu waktu membaca hsil dipermukaan terdapat gelembung udara.
e. Pipet tidak dibilas dengan HCL.
f. Pengenceran tidak baik.

Pembahasan Pemeriksaan Hemoglobin (Hb)
Menurut Soenarto (1980) dengan pemeriksaan Hb ini kita akan mendapatkan gambaran dari penderita apakah normal atau abnormal . Nilai atau batas terendah manakah dari Hb yang dianggap normal ? Untuk itu perlu kita menggunakan kriteria yang seragam ialah dari WHO (1972). Ini telah dipakai dan dianjurkan oleh ahli-ahli kita.
Kriteria persangkaan Anemi pada : bila Hb dibawah :
Pria dewasa 13 g %
Wanita tak hamil 12 g %
Wanita hamil 11 g %
Anak :
6 bl — 6 th 11 g %
6 th — 14 th 12 g %
Pengukuran Hb yang disarankan oleh WHO ialah dengan cara cyanmet, namun cara oxyhaemoglobin dapat pula dipakai asal distandarisir terhadap cara cyanmet.
Sampai saat ini baik di PUSKESMAS maupun dibeberapa Rumah sakit di negara kita masih menggunakan alat Sahli.

Sumber :
Mengenal Penyakit Darah dari Pemeriksaan Hemoglobin dan Hapusan Darah Tepi
dr. Soenarto Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/RS dr. Kariadi
Semarang Cermin Dunia Kedokteran No.18, 1980
Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas, Jakarta, Departemen Kesehatan RI, 1991

Selasa, 14 Oktober 2014

PENGANTAR INSTRUMENTASI

by HENDRO  |  in Standar Laboratorium at  Selasa, Oktober 14, 2014
Definisi Instrumen
Suatu alat yang digunakan untuk menentukan nilai atau magnitude besaran atau peubah.
Intrumentasi
Usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mencapai tujuan dan untuk melaksanakannya digunakan instrumen.
Adapun alat ini berperan sebagai ekstensi kemampuan manusia dalam menentukan nilai besaran yang tidak diketahui.
Tujuan Instrumen
1. Memonitor proses dan operasi
2. Mengendalikan proses operasi
3. Analisa
Standar Pengukuran
1. International Standards
  • Dikonferensikan oleh suatu biro pengukuran internasional di Paris yang dikonferensikan secara periodik. Standar pengukuran ini disahkan berdasarkan suatu perjanjian internasioal.
  • Tujuan Standar Internasional adalah untuk pengecekan dan evaluasi terhadap akurasi alat ukur. Hal ini dilakukan dengan referensi suatu alat ukur (pengukuran) absolut.
2. Primary Standards
  • Standar ini ditangani oleh beberapa laboratorium nasional dari negara-negara yang berbeda. Biro yang menangani adalah The National Bureau of Standards (Biro Standar Nasional) yang berada di Washington DC.
  • Tujuan standar ini sebagai kalibrasi dan verifikasi untuk standar kedua.
3. Secondary Standards
  • Merupakan standar referensi dasar yang digunakan oleh laboratorium pengukuran dan kalibrasi di industri.
4. Working Standards
  • Merupakan alat yang prinsip untuk laboratorium pengukuran. Standar ini digunakan untuk mengecek dan kalibrasi instrumen yang digunakan di laboratorium. Selain itu juga sebagai pembanding pengukuran di aplikasi/dunia industri.
Kesalahan Pengukuran
Dalam pengukuran, tentu terjadi adanya kesalahan. Kesalahan pengukuran dinyatakan dengan absolut atau persen kesalahan.
Kesalahan adalah perbedaan antara nilai yang didarapkan dengan nilai terukur, bisa dilakukan penghitungan sebagai berikut :

1
2
3
Demikian sekilas pengantar tentang instrumentasi laboratorium, sedangkan alat pengukuran dilaboratorium akan dibahas pada topik berikutnya.

Proudly Powered by Blogger.