Sabtu, 18 Oktober 2014

MENGENAL ANTIGEN

by HENDRO  |  in Imunologi at  Sabtu, Oktober 18, 2014
Pada dasarnya antigen adalah obyek diluar tubuh yang bersifat asing dan merangsang sistem imun sebagai respon atau tanggapan terhadap kehadirannya. Adapun zat yang bisa disebut antigen harus mempunyai syarat sebagai berikut : bersifat asing (non self), merangsang sistem imun, merusak organ tubuh secara akut, mempunyai bagian spesifik yang dapat dikenali oleh antibodi.
Antigen adalah sebuah molekul yang diakui oleh sistem kekebalan tubuh. Awalnya istilah itu berasal dari generator antibodi  dan merupakan molekul yang mengikat secara khusus untuk antibodi, tetapi istilah ini sekarang juga mengacu pada molekul atau fragmen molekul yang dapat terikat pada major histocompatibility complex (MHC) yang untuk selanjutnya diserahkan kepada reseptor sel T.
Antigen dari sistem“diri sendiri” (dari tubuh orang yang bersangkutan) biasanya ditoleransi oleh sistem kekebalan tubuh, sedangkan antigen  “non-diri” atau dari luar tubuh  diidentifikasi sebagai penyusup dan akan diserang oleh sistem kekebalan tubuh. Adanya gangguan autoimun timbul dari sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap antigen diri sendiri.
Berhubungan dengan hal di atas, disebut immunogen adalah tipe spesifik antigen. Sebuah immunogen didefinisikan sebagai zat yang mampu merangsang respon imun adaptif jika disuntikkan pada sendiri. Dengan kata lain, suatu immunogen mampu menginduksi respon kekebalan, sedangkan antigen mampu menggabungkan dengan produk respon imun setelah mereka dibuat. Maka konsep tumpang tindih imunogenisitas dan antigenicity dengan demikian agak berbeda.
Berikut adalah gambaran bentuk antigen :

Pada gambar ini, tampak bahwa antigen hanya akan bereaksi secara spesifik dengan antibodi yang sesuai, seperti pasangan kunci dan gemboknya.
Antigen biasanya berupa protein atau polisakarida. Ini berasal dari bagian kulit, kapsul, dinding sel, flagela, fimbrae, dan racun dari bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya. Sedangkan Lipid dan asam nukleat menjadi antigenik hanya bila dikombinasikan dengan protein dan polisakarida. Antigen juga bisa berupa non-mikroba eksogen (non-self)  contohnya adalah serbuk sari, putih telur, dan protein dari jaringan dan organ yang dicangkokkan atau pada permukaan sel darah yang ditransfusikan ke dalam tubuh. Sedangkan Vaksin adalah contoh-contoh antigen imunogenik yang sengaja diberikan untuk menimbulkan kekebalan yang diperoleh si penerima. Epitope adalah fitur pemukaan molekular (yang pas/klop dengan pasangannya) dari  suatu antigen mampu menjadi terikat pada antibodi (antigenic determinant).

PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN CYAN MET

by HENDRO  |  in Hematologi at  Sabtu, Oktober 18, 2014
DASAR TEORI


Hemoglobin merupakan penyusun eritrosit berupa protein yang mengandung zat besi dan memiliki afinitas terhadap oksigen untuk membentuk oksihemaglobin.
Dari mekanisme afinitas tersebut maka akan dapat berlangsung proses distribusi oksigen dari pulma menuju jaringan (Pearce, 1991). Pada hemoglobin manusia dewasa normal (hemoglobin A), terdapat 2 jenis rantai polipeptida yang dinamakan rantai α dan rantai β. Pada rantai α, masing-masing mengandung141 gugus asam amino, sedangkan pada rantai β masing-masing mengandung 146 rantai asam amino. Sehingga hemoglobin A dinamai α2β2. Akan tetapi tidak semua hemoglobin dalam darah dewasa normal merupakan hemoglobin A, sekitar 2,5% hemoglobin merupakan hemoglobin A2, tempat rantai β diganti oleh rantai δ (α2δ2) (Hanong, 2001).
Adanya hemoglobin dalam darah ini menyebabkan eritrosit berwarna merah, karena hemoglobin merupakan penyususn 30% dari total isi eritrosit (Mutshler, 1991).
Hemoglobin mempunyai berat molekul penyusun 64.450 dan merupakan suatu molekul yang dibentuk oleh 4 rantai polipeptida, dimana pada tiap polipeptida melekat pada gugus heme.
Heme adalah suatu turunan porfirin yang mengandung besi (Fe). Polipeptida ini dinamai secara bersama sebagai bagian dari globin dari molekul hemoglobin. Adapun fungsi dari hemoglobin ini sebagai alat transportasi O2 serta membawa hasil akhir proses respirasi CO2.
Ada beberapa metode pemeriksaan hemoglobin.Diantara metode pemeriksaan hemoglobin yang paling sering digunakan di laboratorium dan yang paling sederhana adalah metode sahli, dan yang lebih canggih adalah metode cyanmethemoglobin (Bachyar, 2002).

PRINSIP PEMERIKSAAN


Hemoglobin diubah menjadi cyanmethemoglobin dalam larutan yang berisi larutan kalium ferfisi anida dan kalium sianida. Absorbansi larutan diukur pada panjang gelombang nm atau filter hijau. Larutan drabkin yang dipakai pada cara ini mengubah menjadi cyanmethemoglobin (L. Gandasebrata, 1984).
Hb + K4Fe(CN)6 ---> MetHb
MetHb + KCN ---> HiCN (CyanMet Hb)



ALAT
Spektrofotometer / Fotometer dengan filter 540-550nm
Tabung reaksi
Klinipet dan tip
Dispenser
Dabung reaksi

REAGEN
Larutan drabkin
K3Fe(CN)6 200mg
KCN 50mg
KH2PO4 140mg
Non ionic detergent 1ml
Aquadest 1000ml
pH 7,0 - 7,4
Larutan sianmethemoblobin standart

CARA KERJA
  • Kedalam tabung reaksi di masukkan 5ml larutan drabkin 
  • Hisaplah darah vena (EDTA) dengan pipet otomatik 20mikron
  • Hapuslah kelebihan darah yang menempel dengan kertas pembersih / tissue
  • Masukkan darah dalam pipet ke dalam tabung reaksi yang berisi larutan drabkin
  • Pipet di bilas dengan larutan drabkin tersebut
  • Campur larutan dengan cara mengoyang - goyangkan tabung secara perlahan - lahan hingga larutan homegen dan biarkan selama 5 menit
  • Lalu baca dengan menggunakan fotometer / spektrofotometer sebagai blanko de gunakan larutan drabkin
NILAI NORMAL
  • Laki - laki dewasa : 13,0 - 18,0  g/dl
  • Wanita dewasa : 11,5 -16,5  g/dl
  • Wanita hamil : 11,0 - 16,5  g/dl
  • Anak - anak (3 -6 tahun) : 12,0 - 14,0  g/dl
  • Bayi : 13,5 - 19,5 g/dl
PERHITUNGAN

=   Absorben sampel    x kadar Hb standar  = ........... gl %
     Absorben standart
 
atau

= Abs sampel x Faktor (36,8) gr/dl

Rabu, 15 Oktober 2014

PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN SAHLI

by HENDRO  |  in Hematologi at  Rabu, Oktober 15, 2014
Walaupun sudah tidak banyak digunakan untuk pemeriksaan hemoglobin secara standar, karena range kesalahan yang terjadi antara 10-20% dari kadar sebenarnya. Tapi metode ini terkadang masih menjadi standar pengukuran di puskesmas dan klinik sederhana.
Berikut adalah metode pemeriksaan Hemoglobin metode Sahli Adams :


1. Prinsip
Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCL, lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang terjadi dengan warna standard memakai mata biasa.
2. Tujuan
Menetapkan kadar hemoglobin dalam darah dalam satuan gr/dl
3. Alat dan bahan yang dipergunakan
a. Hemoglobinometer (hemometer), Sahli terdiri dari :
1) Gelas berwarna sebagai warna standard
2) Tabung hemometer dengan pembagian skala putih 2 sampai dengan 22. Skla merah untuk hematokrit.
3) Pengaduk dari gelas
4) Pipet Sahli yang merupakan kapiler dan mempunyai volume 20/ul
5) Pipet pasteur.
6) Kertas saring/tissue/kain kassa kering
b. Reagen
1) Larutan HCL 0,1 N
2) Aquades
4. Cara Pemeriksaan
a. Tabung hemometer diisi dengan larutan HCL 0,1 N sampai tanda 2
b. Hisaplah darah kapiler/vena dengan pipet Sahli sampai tepat pada tanda 20 ul.
c. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan kertas tissue secara hati-hati jangan sampai darah dari dalam pipet berkurang.
d. Masukkan darah sebanyak 20 ul inike dalam tabung yang berisi larutanHCL tadi tanpa menimbulkan gelembung udara.
e. Bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dan mengeluarkan HCL dari dalam pipet secra berulang-ulang 3 kali
f. Tunggu 5 menit untk pembentukan asam hematin
g. Asam hematin yang terjadi diencerkan dengan aquades setetes demi setetes sambil diaduk dengan pengaduk dari gelas sampai didapat warna yang sama dengan warna standard.
h. Miniskus dari larutandibaca. Miniskus dalam hal ini adalah permukaan terendah dari larutan.
5. Pelaporan
Dinyatakan dalam gr/dl
Hanya dilaporkan dalam angka bulat, atau naik setengah, Misal 11, 11 ½, 12, 12 ½, dan sebagainya.
6. Catatan
a. Nilai normal
Laki-laki : 14 – 18 gram/dl
Wanita : 12 – 16 gram/dl
b. Kesalahan yang sering terjadi
1. Alat/regen kurang sempurna, yaitu :
a. Volume pipet Hb tidak selalu tepat 20 ul
b. Warna standard sering sudah pucat.
c. Kadar larutan HCL sering tidak dikontrol.
2. Orang yang melakukan pemeriksaan :
a. Pengambilan darah kurang baik.
b. Penglihatan pemeriksa tidak normal atau sudah lelah.
c. Intensitas sinar/penerangan kurang.
d. Pada waktu waktu membaca hsil dipermukaan terdapat gelembung udara.
e. Pipet tidak dibilas dengan HCL.
f. Pengenceran tidak baik.

Pembahasan Pemeriksaan Hemoglobin (Hb)
Menurut Soenarto (1980) dengan pemeriksaan Hb ini kita akan mendapatkan gambaran dari penderita apakah normal atau abnormal . Nilai atau batas terendah manakah dari Hb yang dianggap normal ? Untuk itu perlu kita menggunakan kriteria yang seragam ialah dari WHO (1972). Ini telah dipakai dan dianjurkan oleh ahli-ahli kita.
Kriteria persangkaan Anemi pada : bila Hb dibawah :
Pria dewasa 13 g %
Wanita tak hamil 12 g %
Wanita hamil 11 g %
Anak :
6 bl — 6 th 11 g %
6 th — 14 th 12 g %
Pengukuran Hb yang disarankan oleh WHO ialah dengan cara cyanmet, namun cara oxyhaemoglobin dapat pula dipakai asal distandarisir terhadap cara cyanmet.
Sampai saat ini baik di PUSKESMAS maupun dibeberapa Rumah sakit di negara kita masih menggunakan alat Sahli.

Sumber :
Mengenal Penyakit Darah dari Pemeriksaan Hemoglobin dan Hapusan Darah Tepi
dr. Soenarto Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/RS dr. Kariadi
Semarang Cermin Dunia Kedokteran No.18, 1980
Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas, Jakarta, Departemen Kesehatan RI, 1991

Selasa, 14 Oktober 2014

PENGANTAR INSTRUMENTASI

by HENDRO  |  in Standar Laboratorium at  Selasa, Oktober 14, 2014
Definisi Instrumen
Suatu alat yang digunakan untuk menentukan nilai atau magnitude besaran atau peubah.
Intrumentasi
Usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mencapai tujuan dan untuk melaksanakannya digunakan instrumen.
Adapun alat ini berperan sebagai ekstensi kemampuan manusia dalam menentukan nilai besaran yang tidak diketahui.
Tujuan Instrumen
1. Memonitor proses dan operasi
2. Mengendalikan proses operasi
3. Analisa
Standar Pengukuran
1. International Standards
  • Dikonferensikan oleh suatu biro pengukuran internasional di Paris yang dikonferensikan secara periodik. Standar pengukuran ini disahkan berdasarkan suatu perjanjian internasioal.
  • Tujuan Standar Internasional adalah untuk pengecekan dan evaluasi terhadap akurasi alat ukur. Hal ini dilakukan dengan referensi suatu alat ukur (pengukuran) absolut.
2. Primary Standards
  • Standar ini ditangani oleh beberapa laboratorium nasional dari negara-negara yang berbeda. Biro yang menangani adalah The National Bureau of Standards (Biro Standar Nasional) yang berada di Washington DC.
  • Tujuan standar ini sebagai kalibrasi dan verifikasi untuk standar kedua.
3. Secondary Standards
  • Merupakan standar referensi dasar yang digunakan oleh laboratorium pengukuran dan kalibrasi di industri.
4. Working Standards
  • Merupakan alat yang prinsip untuk laboratorium pengukuran. Standar ini digunakan untuk mengecek dan kalibrasi instrumen yang digunakan di laboratorium. Selain itu juga sebagai pembanding pengukuran di aplikasi/dunia industri.
Kesalahan Pengukuran
Dalam pengukuran, tentu terjadi adanya kesalahan. Kesalahan pengukuran dinyatakan dengan absolut atau persen kesalahan.
Kesalahan adalah perbedaan antara nilai yang didarapkan dengan nilai terukur, bisa dilakukan penghitungan sebagai berikut :

1
2
3
Demikian sekilas pengantar tentang instrumentasi laboratorium, sedangkan alat pengukuran dilaboratorium akan dibahas pada topik berikutnya.

RESUME ENTOMOLOGI (ILMU SERANGGA)

by HENDRO  |  in Parasitologi at  Selasa, Oktober 14, 2014
Entomologi adalah salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari serangga. Istilah ini berasal dari dua perkataan Latin -ent omon bermakna serangga dan logos bermakna ilmu pengetahuan.
Sebagai bagian dari komunitas ekosistem bumi, serangga telah menjadi penentukeberadaan dan perkembangan ekosistem di muka bumi. Interaksi antara seranggadengan manusia sudah berlansung sejak manusia ada dan hidup di dunia. Seranggamempunyai peran penting dalam kehidupan manusia. Nilai ekonomi serangga dapatmencapai trilyunan rupiah setiap tahun. Nilai yang menguntungkan dapat berasal dariproduk seperti madu, royal jelly, sutera, jasa penyerbukan, agens hayati, perombak,pariwisata, sumbangan dalam ilmu pengetahuan, dan peran dalam ekosistem. Jutaanton produk pertanian hilang karena kerusakan yang disebabkan oleh serangga. Begitujuga kerugian yang besar akibat gangguan kesehatan hewan dan manusia yangdisebabkan oleh penyakit yang ditularkan dan disebarkan oleh serangga. Trilyunanrupiah dana digunakan untuk biaya pengendalian hama tanaman, hama pascapanen,hama permukiman serta penyakit pada tanaman, hewan dan manusia yang ditularkanoleh serangga. Manusia sering memandang serangga secara antroposentris, yaitu sebagai kelompok organanisme yang lebih banyak mendatangkan kerugian daripadakeuntungan bagi kehidupan manusia. Namun pada hakekatnya aspek-aspek positif danmanfaat serangga bagi kehidupan manusia jauh lebih besar dibandingkan aspek-aspekyang merugikan.Dengan belajar Entomogi kita bisa menempatkan serangga secaraproporsional dalam kehidupan, sehingga tidak memandang serangga sebagai hewanyang selalu merugikan.

A. BATASAN DAN RUANG LINGKUP ENTOMOLOGI

Secara terbatas, Entomologi adalah ilmu yang mempelajari serangga (insecta). Akantetapi, arti ini seringkali diperluas untuk mencakup ilmu yang mempelajariArthropoda(hewan beruas-ruas) lainnya, khususnya laba-laba dan kerabatnya (Arachnida atau Arachnoidea), serta luwing dan kerabatnya (Millepodadan Centipoda). Dimasukannya Arthropoda lain sebagai bagianyang dibahas pada Entomologi karena ada hubungan evolusioner/filogenetis dalam konteks pembahasan taksomis dengan serangga. Selainitu dalam konteks fungsionalArthropoda lain berperan sebagai pemangsa dan pesaingbagi serangga. Melalui entomologi kita akan diajak memgenal serangga lebih jauh.Sebagai disiplin ilmu yang sudah berkembang pesat entomologi kini dapat dibagimenjadi dua cabang ilmu yaitu
Ø  Entomologi Dasar
Ø EntomologiTerapan.

Entomologi Dasar dibagi lagi menjadi sub-cabang ilmu yang lebih khusus antaralain:
1.   Morfologi Serangga
Ø   adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan struktur tubuh serangga, biasanya lebih ditekankan kepada bentuk dan struktur luar tubuh serangga.
2.    Anatomi dan Fisiologi Serangga
Ø  adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan struktur organ dalam serangga besertafungsinya.
3.    Perilaku (behavior) Serangga
Ø  adalah ilmu yang mempelajari apyang dilakukan serangga, bagaimana dan kenapaseranggamelakukannya.
4.    Ekologi Serangga
Ø  adalah ilmu yang mempelajari hubungan serangga dengan lingkungannya baik lingkungan biotic (organisme lain) maupun lingkungan abiotik, (faktorfisikdankimia).
5.    Patologi Serangga
Ø  adalah ilmu yang mempelajari serangga sakit baik tingkat individu (patobiologi) maupun pada tingkat populasi (epizootiologi).
6.    Taksonomi Serangga
Ø adalah ilmu yang mempelajari tatanama dan penggolongan serangga.

Dalam mengkaji taksonomi ini banyak para ahli serangga (Entomologyst)mengkhususkan kajian hanya pada satu ordo bahkan satu famili dari serangga, merekamemberi nama ilmunya biasanya didasarkan kepada nama ilmiah kelompokseranggatersebutseperti:
1.Apiology(melittology),
Ø  adalah ilmu yang khusus mempelajari lebah.
2.    Coleopterology,
Ø  adalah ilmu yang khusus mempelajari kumbang.
3.    Dipterology,
Ø  adalah ilmu yang khusus mempelajari lalat.
4.    Hemipterology,
Ø  adalah ilmu yang khusus mempelajari kepik.
5.    Lepidopterology,
Ø  adalah ilmu yang khususs mempelajari kupu-kupu dan ngengat.
6.    Myrmecology,
Ø  adalah ilmu yang khusus mempelajari semut.
7.    Orthopterology,
Ø  ilmu yang khusus mempelajari belalang, jengkrik,kecoak dan sebangsanya.

Entomologi terapan kini telah terspesialisasi kedalam sub-sub disiplin yang lebihkhususyaitu:
1.  Entomologi Forensik
o   memfokuskan kajian pada penyelidikan kematian manusia dengan menggunakan serangga sebagai petunjuk. Jenis, fasekehidupan dan suksesi serangga yang berasosiasi dengan mayat,
o   misalnyaberbagai jenis lalat seperti
·         Cochliomyia macellaria,
·         Hydrotaea aenescens,dan
·         Sarcophaga haemorrhoidalis dan
·         kumbang bangkai seperti Nicrophorus orbicollis dan Necrophila americana dapat digunakan untuk memprediksi saat dan lokasi kematian manusia yang bersangkutan.
2.    Entomologi kedokteran (Medical Entomology),
o   memfokuskan kajian pada golongan serangga pengganggu manusia,
Ø  serangga pengganggu yang langsung(penyengat/menggigit mangsa) seperti
v  tawon,
v  lebah,
v  kutu dan serangga berbisalainnya),
Ø  serangga pengganggu yang tidak lansung (vektor penyakit) seperti
v  lalat,
v  nyamuk,
v  kecoak,
v  pinjal/kutu.
3.      Entomologi Peternakan (Veterinary Entomology),
o   memfokuskan kajian kepada serangga yang mengganggu pada peternakan baik yang bersifatlangsung seperti caplak, kutu yang bersifat ektoparasit pada hewan ternakmaupun yang berperan sebagai vektor penyakit. Hewan dapat berfungsi sebagaiinang alternatif bagi berbagai pathogen penyebab penyakit pada manusia dantidak jarang serangga berperan sebagai vektornya. Misalnya penyakit malariadapat ditularkan dari kera ke manusia dan sebaliknya, dengan vektor perantaraadalah nyamukAnopheles. Penyakit flu burung (avian influensa) dapat ditularkan dari unggaskemanusia.
4.      Entomologi perkotaan (Urban Entomology)
o   secara khusus mengkaji serangga-serangga yang menjadi masalah dikawasan perkotaan, Disini lebihdifokuskan pada serangga-serangga yang berasosiasi dengan manusia (fasilitasmanusia) yang masih hidup seperti kecoak, lalat, nyamuk, dan rayapdiperumahan, hotel, apartemen, gudang, perkantoran, kapal laut, pesawat udara.
5.    Entomologi Kehutanan (Forest Entomology)
o   disini pengkajian lebih difokuskan pada serangga-serangga yang berada pada ekosistem hutan baikserangga yang bermanfaat seperti lebah madu berperan sebagai produsen danpolinator di ekosistim hutan, dan sebagian rayap(Capritermes) dapat berperansebagai serangga saprofit yang membantu menguraikan materi organik berupaserasah dan pohon tumbang di ekosistem hutan. Sedangkan kelompok rayaplain (Coptotermes) berperan sebagi hama merusak hutan jati.
6.      Entomologi Pertanian (Agricultural Entomology)
o   fokus kajian pada serangga-serangga yang berasosiasi dengan ekosistem pertanian seperti tanaman hortikultura, tanaman pangan dan perkebunan baik yangmenguntungkan seperti serangga pollinator, peredator dan parasitoid maupunserangga herbivor yang berperan sebagai hama yang dapat merusak semuabagian tanaman mulai dari akar, batang, daun, bahkan sampai ke buah dan bijiyang sudah tersimpan di gudang.

B. DOMINASI DAN PERANAN SERANGGA

Serangga termasuk filumArthropoda yaitu kelompok hewan yang mempunyai kakiberruas-ruas, tubuh bilateral simetris dan dilapisi oleh kutikula yang keras(exosceleton). Serangga digolongkan dalam kelasinsecta (hexapoda), karena memiliki6 buah (3 pasang) kaki yang terdapat di daerah dada (thorax). Jumlah kaki menjadiciri khas serangga yang membedakannya dengan hewan lain dalamPhylum Arthropoda seperti
Ø  laba-laba (arachnida),
Ø  kepiting (decapoda),
Ø  udang (crustacea),
Ø  lipan dan luwing (myriapoda),
Kehidupan serangga sudah dimulai sejak 400 juta tahun(zaman devonian). Kira-kira 2 - 3 juta spesies serangga telah terindentifikasi.Diperkirakan, jumlah serangga sebanyak 30-80 juta spesies yang meliputi sekitar 50%dari keanekaragaman spesies di muka bumi (Gullan and Cranston,2005). Hal ini merupakan petunjuk bahwa serangga merupakan mahluk hidup yang mendominasibumi, karena serangga memiliki kemampuan luar biasa dalam beradaptasi dengankeadaan lingkungan yang ekstrem, seperti di padang pasir dan Antarktika. Satu-satunya ekosistem di mana serangga tidak lazim ditemukan adalah di samudera.

Serangga juga memiliki keanekaragaman luar biasa dalam ukuran, bentuk dan perilaku.Kesuksesan eksistensi kehidupan serangga di bumi ini diduga berkaitan erat denganrangka luar (eksoskeleton) yang dimilikinya, yaitu kulitnya yang juga merangkapsebagai rangka penunjang tubuhnya, dan ukurannya yang relatif kecil sertakemampuan terbang sebagian besar jenis serangga.Ukuran badannya yang relative kecil menyebabkan kebutuhan makannya juga relatif sedikit dan lebih mudahmemperoleh perlindungan terhadap serangan musuhnya. Serangga juga memilikikemampuan bereproduksi lebih besar dalam waktu singkat, dan keragaman genetic yang lebih besar. Dengan kemampuannya untuk beradaptasi, menyebabkan banyakjenis serangga merupakan hama tanaman budidaya, yang mampu dengan cepatmengembangkan sifat resistensi terhadap insektisida.

Walaupun ukuran badan serangga relatif kecil dibandingkan dengan vertebrata,kuantitasnya yang demikian besar menyebabkan serangga sangat berperan dalam biodiversity (keanekaragaman bentuk hidup) dan dalam siklus energi dalam suatu habitat. Ukuran tubuh serangga bervariasi dari mikroskopis (sepertiHymenopteraparasit, Thysanoptera, berbagai macam kutu dll.) sampai yang besar seperti walangkayu, kupu-kupu gajah dsb. Dalam suatu habitat di hutan hujan tropika diperkirakan,dengan hanya memperhitungkan serangga sosial (jenis-jenis semut, lebah dan rayap),peranannya dalam siklus energi adalah 4 kali perananjenis-jenisvertebrata.


Peranan serang di dalam kehidupan manusia dapat dibagi menjadi dua kelompokyaitu:

I. Kelompok serangga-serangga menguntungkan, kelompok ini antara lain dapatdibagimenjadi:
a)Serangga yang dapat menghasilkan sesuatu yang akan memberi nilai tambah
di dalam kehidupan manusia.
Sebagai contoh:
o   Apis spp. (penghasil madu),
o   Bombyx mori (penghasil sutera),
o   Laccifer lucca (penghasil politur).
b)Serangga yang dapat meningkatkan produksi hasil panen (polinator)
contoh
o   lebah (Apis mellifera),
o   kupu-kupu (Papilio menon)
c) Serangga sebagai musuh alami seperti predator,
contoh
o   Mantis regilosa(walang sembah),
o   Op hi u s sp. (predator hama buah),
o   parasitoid(beberapa familiHymenoptera)
d)Serangga yang dapat menguraikan sisa materi organic (detritus dan sampah) misalnya
o   bangsa lalat
o   kumbang.
 
II. Kelompok serangga-serangga yang merugikan, dapat dibagi antara lain:
a)Serangga hama tanaman,
contoh
o   Nilaparvata lugens (hama tanaman padi),
o   Bactrocera spp (hama/lalat buah), T
o   ribolium sp. (hama gudang)
b)Serangga sebagai pembawa penyakit atau vektor,
misalnya
o   Anopheles spp. (vektor penyakit malaria),
o   Aedes aegypti (vektor penyakit demam berdarah),
o   Culex quinquifasciatus (vertor penyakit kaki gajah /filariasis,
o   Musca domestica,
o   vektor penyakit diare dan disentri.
Beberapa jenis serangga juga berguna bagi kehidupan manusia seperti lebah madu,ulat sutera, kutu lak, serangga penyerbuk, musuh alami hama atau serangga perusaktanaman, pemakan detritus dan sampah, dan bahkan sebagai makanan bagi mahluklain, termasuk manusia. Tetapi sehari-hari kita mengenal serangga dari aspekmerugikan kehidupan manusia karena banyak di antaranya menjadi hama perusak danpemakan tanaman pertanian dan menjadi pembawa (vektor) bagi berbagai penyakitseperti malaria dan demam berdarah. Walaupun demikian sebenarnya seranggaperusak hanya kurang dari 1 persen dari semua jenis serangga. Dengan mengenalserangga terutama biologi dan perilakunya maka diharapkan akan efisien manusiamengendalikan kehidupan serangga yang merugikan ini.

Keanekaragaman yang tinggi dalam sifat-sifat morfologi, fisiologi dan perilakuadaptasi dalam lingkungannya, dan demilkian banyaknya jenis serangga yangterdapat di muka bumi, menyebabkanbanyak kajian ilmu pengetahuan, baik yangmurni maupun terapan, menggunakan serangga sebagai model. Kajian dinamikapopulasi misalnya, bertumpu pada perkembangan populasi serangga. Demikianpula, pola, kajian ekologi, ekosistem dan habitat mengambil serangga sebagai modeluntuk mengembangkannya ke spesies-spesies lain dan dalam skala yang lebih besar.
Keberhasilan serangga dalam hidupnya disebabkan karena:
1.Serangga menempati habitat yang luas, mulai dari udara, air tawar, air payau,
    tanah,tanaman,danhewan.
2.Tubuh serangga relatif kecil sehingga effisien dalam penggunaan pakan dan lahan.
3.Kapasitas reproduksi tinggi dan siklus hidup pendek menyebabkan serangga mampu mengeksploitasi sumberdaya yang berlimpah dalam waktu singkat.
4.Serangga muda dan serangga dewasa biasanya memakan makanan yang berbeda, sehingga tidak terjadi kompetisi sesama jenis (intraspecific competition)
5.Serangga mempunyai cara hidup yang bervariasi, ada yang sebagai phytophagus, carnivorous, saprophagous dan parasitic, sehingga menyebabkan kompetisi berbeda jenis dapat dikurangi (extraspecific competition).
6.Kebanyakan serangga dewasa mempunyai sayap, sehingga mampu menyebar secara luas dan mampu menghidar dengan cepat dari musuh-musuh alaminya.
7.Serangga mempunyai rangka luar dan sistem metabolisme yang mampu menghemat dan mendaur ulang air.
8.Serangga memiliki keanekaragaman genetik yang sangat bervariasi sehingga mampu memenangkan seleksi alami dalam perjalanan evolusinya.

Proudly Powered by Blogger.